KARAWANG (Bisnis.com): Pemerintah kembali menggalakkan program minapadi dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan padi dan pendapatan petani, menyusul turunnya harga gabah di dalam negeri.
Sistem minapadi ini adalah integrasi antara penanaman padi dengan pemeliharaan ikan budidaya sehingga petani tetap memperoleh pendapatan meskipun harga gabah sedang turun.
"Dengan sistem ini maka petani selain melakukan panen padi juga memanen ikan. Program ini juga membantu petani tetap mendapatkan pendapatan saat harga gabah sedang turun. Saya sudah bicara dengan Menteri Pertanian," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Karawang, Jawa Barat hari ini.
Dia mengatakan sistem minapadi ini kembali digalakkan karena terbukti meningkatkan produktivitas lahan, meningkatkan kesuburan tanah dan air, sekaligus mengurangi hama penyakit pada tanaman padi.
Menurut Fadel, para petani tinggal memilih jenis ikan budidaya yang tepat untuk diintegrasikan dengan lahan padi sehingga meningkatkan pendapatan petani.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perikanan Budidaya Made L. Nurdjana menyatakan jenis ikan yang dapat diintegrasikan dengan tanaman padi adalah ikan Mas, Tawes, Nilem, dan Nila.
"Selain jenis itu dimungkinkan juga untuk dikembangkan udang galah," ujarnya.
Menurut dia, jenis ikan tersebut sangat cocok untuk minapadi. Yang penting, katanya, petani mesti mengetahui bahwa pemilihan satu jenis ikan mesti disesuaikan dengan faktor volume air, ketersediaan benih, pakan, pasar, dan kebiasaan petani.
"Faktor ini akan membantu peningkatan pendapatan petani," katanya.(fh)













